Batu Bertulis Nanga Mahap Sekadau, Pintu Menuju Alam Abadi

Batu Bertulis Nanga Mahap Sekadau, Pintu Menuju Alam Abadi
Batu Bertulis Nanga Mahap Sekadau, Pintu Menuju Alam Abadi (Agri Aditya)

Pancurajipost.com -  Batu Bertulis adalah sebuah batu Andesit yang terpahatkan  tulisan Aksara dan bentuk pada Batu Pahat ini memiliki kemiripan dengan tulisan dan bentuk jimat warisan dari orang-orang tua masyarakat Sungkung. 

Pada jimat masyarakat sungkung tersebut terdapat bentuk tiang Dhug atau Chatra yang membentuk empat arah. Tiang Dhug atau Chatra merupakan simbol dari tiang payung yang bermakna sebagai pelindung kehidupan.  Selain itu dimaknai juga sebagai jalan menuju ke alam abadi yang terlindungi.

Menurut Pak Akin yang merupakan tokoh adat yang nejaga Batu Bertulis mengatakan bahwa Seorang Arkeolog Nasional yang bernama M.M Soekarto K, Atmojo pernah datang ke Batu Tulis Sekadau pada tahun 1985 dan sempat menggali disekitar Batu Bertulis yang isi dibawahnya juga terdapat lempengan batu yang menopang Batu Bertulis.

Seumpamanya jika penggalian dilakukan secara menyeluruh, Kawasan Batu Bertulis bisa jadi seperti candi candi pada masanya yang terkubur akibat alam dan letusan gunung berapi dan memungkinkan puncak bangunan itu terdapat di Batu Bertulis sebagai atap tertingginya.

Alamat Batu Bertulis Nanga Mahap Sekadau

Batu Bertulis  beralamatkan di Kampung Pahit, Desa Sebabas Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat

Kodepost Batu Bertulis :79585

No telpon Batu Bertulis : -

Jalur transportasi menuju Batu Bertulis

Dari Kota Sekadau atau Bundaran Tugu PKK ke Batu Tulis berjarak sekitar 69.2 Km atau waktu tempuh perjalanan sekitar 2 Jam 10 menit.

Perjalanan melalui jalan merdeka selatan menuju arah rawak dengan kondisi jalan aspal berlubang. Rawak hingga Nanga Taman (Dusun Nanga Suri) jalan aspal mulus. Dari Nanga Suri sampai Nanga Mahap kondisi jalan Sirtu (pasir dan batu). Simpang tiga Nanga Mahap yang ada Tugu Enggang ambil ke kiri kearah jalan Batu Bertulis. Ikuti jalan hingga Desa Sebabas. Batu Bertulis tersebut terletak di Dusun Pait Desa Sebabas. Sebelum Dusun Pait akan melewati Dusun Batu Koran.

Untuk memudahkan anda dalam perjalanan recomended menggunakan kendaraan roda dua saja. Jika anda menggunakan kendaraaan roda empat bisa sampe ke Kecamatan Nanga Taman. Memasuki Jalan Batu Bertulis hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua melewati beberapa jembatan gantung yang lebarnya sekitar 1 meter.

Google Map Batu Bertulis

Batu Bertulis, Jejak Kerajaan Hindu, Misteri Pintu Menuju Alam Abadi

Batu Bertulis Nanga Mahap Sekadau, Pintu Menuju Alam Abadi
Batu Bertulis Nanga Mahap Sekadau, Pintu Menuju Alam Abadi (Agri Aditya)

Situs Batu Bertulis

Batu Bertulis yang merupakan batu andesit memiliki panjang sekitar 6 meter lebih dan tinggi sekitar 5 meter.

Batu Bertulis ini telah terdaftar sebagai Situs Cagar Budaya yang terpelihara Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur dengan beberapa keunikan prasasti berupa batu andesit yang mempunyai pahatan berbahasa Sanskerta dan aksara Pallawa yang berada di perkampungan didalam hutan belantara.

Makna Tulisan Batu Tulis Nanga Mahap Sekadau

Pahatan Batu Bertulis di Sekadau seperti pahatan senjata keris yang keluar dari rangkanya dan ada juga sejata keris yang masih didalam rangkanya.

Tulisan di Batu Pahat ini memiliki kemiripan dengan tulisan dan bentuk jimat warisan dari orang-orang tua masyarakat Sungkung. 

Pada jimat tersebut terdapat bentuk tiang Dhug atau Chatra yang membentuk empat arah. Tiang Dhug atau Chatra sebagai simbol dari tiang payung yang bermakna "pelindung kehidupan".  Selain itu dimaknai juga sebagai jalan menuju ke alam abadi yang terlindungi.

Perbedaan tiang Dhug atau Chatra pada jimat dan pada batu bertulis

Bentuk tiang Dhug atau Chatra bergerigi dimasing masing sisinya ,memiliki kemiripan dengan Batu bertulis di Sekadau.

Dengan perbedaan, Pada jimat masyarakat sugkung, tiang Dhug atau Chatra yang membentuk empat arah sedangkan pada batu bertulis, tiang Dhug atau Chatra  membentuk tegal lurus ketatas sebanyak delapan tiang.

Kemudian Pada jimat terdapat tulisan di tengah, sedangkan pada Batu Tulis terdapat di bagian atas pada tiang Dhug atau Chatra.

Bunyi dan Makna aksara di Batu Bertulis Sekadau

Batu Pahat Bertulis Nanga Mahap Sekadau
Batu Pahat Bertulis Nanga Mahap Sekadau

Berdasarkan persamaan bentuk dan bunyi pada masyarakat sungkung ketika berpomang atau membaca mantra, Maka makna dari tulisan aksara batu bertulis sekadau yang dibaca pada tiang Dhug atau Chatra dari kiri ke kanan sebgai berikut :

1. Bunyi dan Makna tiang Dhug atau Chatra Pertama

Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra pertama :

"Whisak pavitramay atmavinay dharajarh kannukalikay penaktiyay savikunnay"

Maknanya ialah pada masa/bulan purnama, mengabdilah ke langit atas dengan memotong hewan ternak lembu yang banyak, agar ruh menjadi suci dan jiwa menjadi tenang.

2. Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Kedua

Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Kedua :

"Mukaylilum taleyumay senehikkappetay nallay bhasa satayasandhamay suksikkuka"

Maknanya ialah jaga bahasa/ tutur kata/cara bicara dengan kata kata yang baik dan selalu berkata jujur supaya disyangi Alam Atas  dan Alam Bawah.

3. Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Ketiga

Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Ketiga :

"Niyamanay illayet sekharikkarut karanam raktam measam sevabhavattilay viylunnu"

Maknanya ialah jangan berkumpul tampa aturan atau berzinah karena akan merusak keturunan yang mengakibatkan sering berbuat jahat.

4. Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Keempat

Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Keempat :

"Jivitavasanam pare janika acchaneatum am mayeatum anusaranatteate samadhana paramay adarap pular tuka vitinta tamas asthalay bahaksanay nalki sapat ommikkukay  annay rajayattinay semam nelay nilkayay"

Maknanya ialah hiduplah dengan hormat dan patuh kepada Ayah dan Ibu yang telah melahirkan, sampai akhir hidup mereka dan nafkahi orang tua selama tinggal bersama di rumah agar sejahtera negerimu.

5. Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Kelima

Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Kelima :

"Samadhanatteatay jipikkukay whesak kannukalikay anum pennam ara jead tamasikkunay rajyam santamakkukay"

Maknanya ialah agar hidup damai, maka pada masa/bulan purnama potonglah hewan ternak lembu jantan betina satu pasang, agar tenteram negeri tempat tinggalmu.

6. Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Keenam

Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Keenam :

"Perakrati nalkiyay senehat behinnippik ellay manusya reyum senehikkukay"

Maknanya ialah Sayangi semua mahluk manusia dengan membagi kasih sayang yang diberikan alam atas yang bercahaya.

7.Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Ketujuh

Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Ketujuh :

"Samadhanatteay jivikkukay whesak areagya mulatum sampan navumay ara kutumba bhavanattinay an kannuk alikay ara jeati kannukalikai murikkukay"

Maknanya ialah agar hidup damai pada purnama potonglah hewan ternak lembu jantan betina satu pasang agar sejahtera dan sehat semua keluarga dirumah.

8. Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Kedelapan

Bunyi dan makna tiang Dhug atau Chatra Kedelapan :

"Perakrati ayacca kalppanaprakaram ella verkasanna luteyum vanam paripalikkukay"

Maknanya ialah peliharalah alam hutan sesuai perintah yang ditulis alam Atas.

Batu pahat Bertulis yang berada di Naanga Mahap Sekadau berisi delapan perintah atau aturan perintah dan ibadah yang berada di tiang Dhug atau Chatra sebagai simbol perlindungan menuju alam Atas.

Salah satu aturan perintah atau aturan hidup adalah kewajiban untuk memotong lembu atau hewan ternak sapi pada bulan purnama yang sama persis dengan Prasasti Yupa Kutai yaitu dengan memotong lembu/sapi yang dilakukan Raja Mulawarman yang memberikan banyak sapi kepada para brahmana untuk dipotong sebagai kurban.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa batu pahat bertulis yang berada di Sekadau memiliki masa yang sama atau sezaman dengan Prasasti Yupa Kutai.

Namun jika dilihat dari aksaranya yang tidak beraturan dengan begitu banyak abjad, Batu Pahat bertulis di Sekadau ini kemungkinan usianya lebih tua dari Prasasti Yupa Kutai

Ritual Potong Lembu Agama Kaharingan

Ritual pemotogan lembu atau hewan ternak sapi memiliki kemiripan dengan ritual yang dilakukan oleh agama asli kalimantan yaitu agama kaharingan.

Ritual pemotongan atau berkorban lembu/sapi dilaksanakan ketika ritual siwah yang artinya batu pahat bertulis di sekadau adalah warisan peradaban masyarakat kalimantan zaman dahulu, karena terdapat kemiripan dengan ritual tiwah yang menjadi tradisi agama asli kalimantan yaitu Agama Kaharingan.

Cara membaca Tulisan di Batu Bertulis Sekadau

Cara membaca Tulisan di Batu Bertulis Sekadau berdasarkan cara membaca jimat orang sungkung yang biasa dibunyikan pada pomang atau baca mantra ialah dari bawah keatas

Batu Bertulis sebagai tempat berhajat

Batu Bertulis Nanga Mahap Sekadau
Foto masa lampau Batu Bertulis Nanga Mahap Sekadau

Menurut Pak Akin, Orang tua kakek nenek jaman dalulu bercerita bahwa Batu Bertulis ini biasa digunakan untuk berhajat, memita pertolongan, bersemedi sehinga oleh Almarhum orang tua Pak Akin, Batu Bertulis ini dikeramatkan.

Almarhum ayahnya Pak Akin, bermimpi bahwa pada siang hari ayahya tidur kemudian bermimpi didatangi oelh 7 sosok mahluk penghuni batu bertulis dan menyampakan pesan kepada ayahnya bahwa ketujuh mahluk itu tinggal di Batu Bertulis dan berpesan untuk menjaga dan merawat situs Batu bertulis ini.

Setelah mimpi itulah almarhum Bapak Akin merawat batu bertulis itu yang dipercaya bisa menolong orang yang membutuhkan pertolongan dengan ritual tertentu.

Dengan datangnya agama baru , pada tahun 1990 an , kepercayaan kepada batu bertulis berkurang, yang dulunya setiap tahun mengadakan ritual khusus di batu bertulis lambat laun tidak ada lagi.Namun beberapa masyarakat masih mempercayai dan melestarikan adat tradisi kakek nenek mereka di Batu Bertulis.

Pesan Tersirat di Batu Tulis Sekadau untuk anak cucu

Orang tua zaman dahulu yang patuh dan bersahabat dengan alam sekitar memberikan nasehat. Berdasarkan makna tulisan di batu bertulis sekadau agar alam seimbang dan hidup sukses bahwa :

Kunci Sukses di Dunia dan Akhirat Pertama dengan cara Jaga mulut kita dari perkataan kotor, menyinggung orang, dan jaga hati dengan berkata jujur agar kita di sayang Sang Pencipta

Kunci Sukses di Dunia dan Akhirat kedua dengan menghindari pergaulan bebas, menjaga jarak dengan yang berlainan jenis, dan menahan hawa nafsu.

Kunci Sukses di Dunia dan Akhirat ketiga dengan cara menghormati kedua orang tua kita, masa tua, kewajiban kita untuk merawat mereka sperti mereka telah merawat kita ketika bayi.

Kunci Sukses di Dunia dan Akhirat keempat dengan memotong lembu. artinya bayak banyak menolong orang lain dengan mengorbankan sebagian harta kita untuk menolong mereka yang membutuhkan, karena harta anda yang dikorbankan akan bertambah dengan sendirinya dan semakin berlipat lipat kekayaan anda.

Kunci Sukses di Dunia dan Akhirat kelima yaitu berprinsiplah seperti matahari, cahayanya menyiari seluruh alam tanpa terkecuali, yang artinya pancarkan kasih sayang anda kepada seluruh manusia, pancarkan kasih sayang anda kepada musuh musuh anda, pancarkan kasih sayang kepada orang yang anda benci, sehingga Tuhan akan sayang kepada anda. Jika sudah sayang, apapun yang anda minta akan dikabulkan oleh Pemilik Alam Semesta.

Demilianlah ulasan tentang Batu Bertulis Nanga Mahap Sekadau, Tulisan ini bersumber dari sejarawan Sanggau Tomi, S.Pd. Semoga bermanfaat untuk anda dan anak anak cucu kita kedepan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url