Review Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak, Tana Paser

 Pancurajipost.com - Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak, yang lebih dikenal sebagai Jembatan Sungai Tuak atau Jembatan Putri Petong, adalah infrastruktur penting di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang menghubungkan ibu kota Tana Paser dengan Desa Sungai Tuak dan desa-desa lain di seberang Sungai Kandilo.

Selain memudahkan akses antar wilayah, Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak ini telah bertransformasi menjadi ikon wisata dengan lampu hias, area publik seperti Taman Siring Kandilo, mainan anak dan pengembangan kawasan kuliner.

Dampaknya tidak hanya terasa pada mobilitas, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pemerataan pembangunan di daerah seberang Sungai Kandilo.

Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak
Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak, Foto (Real Gusday)

Latar Belakang dan Sejarah

Pembangunan Awal

Sebelum jembatan dibangun, warga di seberang sungai harus menggunakan perahu atau bahkan berenang untuk menyeberang, yang menyulitkan akses ke fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar di Tana Paser.

Jembatan Putri Petong Sungai Kandilo pertama kali diresmikan pada tahun 2012, membuka isolasi tiga desa (Sungai Tuak, Pepara, dan Pulau Rantau) yang sebelumnya terputus dari ibu kota kabupaten. 

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses infrastruktur dan mengurangi ketimpangan pembangunan antara kota dan desa. 

Jembatan Gantung Tanah Periuk Sungai Tuak

Selain Jembatan Putri Petong, ada juga Jembatan Gantung sepanjang 96 meter yang menghubungkan Desa Sungai Tuak dengan Desa Tanah Periuk. 

Jembatan ini selesai dibangun pada tahun 2022 dan diresmikan pada 3 Maret 2023 oleh Anggota DPR RI, Irwan Pecho. Jembatan ini didanai oleh APBN dengan anggaran Rp4,2 miliar. 

Jembatan gantung ini memudahkan mobilitas warga, mengurangi waktu tempuh dari 15 menit (memutar) menjadi hanya 5 menit, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan akses ke layanan pendidikan dan kesehatan. 

Perkembangan dan Rehabilitasi

Rehabilitasi Jembatan Putri Petong

Setelah beroperasi selama sekitar 10 tahun, Jembatan Putri Petong mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Pada tahun 2022, dilakukan rehabilitasi dengan anggaran APBD sebesar Rp7,7 miliar. Pekerjaan ini mencakup perbaikan struktur untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna. 

Rehabilitasi selesai pada Desember 2022, bertepatan dengan peringatan HUT ke-63 Kabupaten Paser. 

Peningkatan Estetika

Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak malam hari
Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak malam hari, Foto (Oktoberianto Wonodiharjo)

Pada tahun 2023, Jembatan Sungai Tuak dipercantik dengan penambahan lampu hias warna-warni yang dinyalakan setiap malam mulai 29 Desember 2023. Pengecatan, pengaspalan, dan pengecoran juga dilakukan untuk meningkatkan daya tarik visual. 

Tulisan "Paser Mas" yang menyala di jembatan menambah nilai estetika, menjadikannya ikon baru dan destinasi wisata malam di Tana Paser. Jembatan ini kini menjadi tempat populer untuk nongkrong dan berfoto, terutama di malam hari. 

Dampak Sosial dan Ekonomi

Konektivitas dan Mobilitas

Jembatan ini telah meningkatkan arus transportasi orang dan barang, mempersingkat waktu tempuh, dan memudahkan distribusi hasil pertanian seperti padi, ubi kayu, dan pisang dari Desa Sungai Tuak. 

Akses yang lebih baik juga mendorong beberapa penduduk desa yang sebelumnya pindah ke kota untuk kembali menetap di Desa Sungai Tuak. 

Pembangunan Ekonomi

Wahana permainan di sekitar Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak
Wahana permainan di sekitar Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak, Foto (Marsuni Se'na)
Kehadiran jembatan telah memicu lonjakan kepemilikan kendaraan bermotor di Desa Sungai Tuak, meskipun juga menyebabkan perubahan kepemilikan lahan dari warga desa ke pihak luar dan konversi lahan pertanian menjadi perumahan. 

Pengembangan Wisata Kuliner Sungai Tuak di sekitar jembatan, yang diresmikan pada 21 Maret 2023, telah menghidupkan ekonomi lokal.

Wisata ini menawarkan 60 kios kontainer untuk UMKM, panggung terbuka untuk acara seni, dan fasilitas lain seperti lapangan olahraga dan dermaga. Pemandangan Sungai Kandilo dan lampu hias menambah daya tarik wisata ini, terutama di malam hari. 

Di ujung bawah jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak juga tersedia area untuk wahana anak anak diantaranya sepeda listrik, mobil mobilan listrik, dan masih banyak lagi.

Peningkatan Pariwisata

Dengan lampu hias dan suasana estetik, jembatan ini telah menjadi viral di media sosial, menarik wisatawan untuk berkunjung dan meningkatkan potensi pariwisata di Tana Paser. 

Kawasan wisata terpadu di sekitar jembatan diharapkan meratakan pembangunan di daerah seberang Tana Paser, yang sebelumnya tertinggal dibandingkan pusat kota. 

Spesifikasi Teknis

Jembatan Putri Petong

  • Diresmikan pada tahun 2012, direhabilitasi pada 2022.
  • Menghubungkan Tana Paser dengan Desa Sungai Tuak, Pepara, dan Pulau Rantau.
  • Anggaran rehabilitasi: Rp7,7 miliar (APBD 2022). 

Jembatan Gantung Tanah Periuk Sungai Tuak

  • Panjang: 96 meter.
  • Anggaran: Rp4,2 miliar (APBN 2022).

Dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan ringan; dalam situasi darurat, dapat digunakan ambulans dengan rencana peningkatan spesifikasi bertahap. 

Lokasi dan Akses

Google Map Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak

Alamat dan Nomor Telepon Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak

Alamat : Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak, JL. Cokroaminoto, Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Kodepost Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak : 76251
Nomor Telepon Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak : 085168888051 (DPUTR Kabupaten Paser)

Akses

Geser gambar untuk melihat sekeliling Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak

Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak ini melintasi Sungai Kandilo, yang memisahkan Kota Tana Paser (sebelumnya disebut Tanah Grogot) dengan Desa Sungai Tuak, Desa Pepara, dan Desa Pulau Rantau. Sungai Kandilo memiliki lebar sekitar 80 meter, membuat jembatan ini vital untuk konektivitas antar wilayah. 

Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak berjarak sekitar 350 meter dari pusat Kota Tanah Grogot (Bundaran Simpang 5), ibu kota Kabupaten Paser.

Pemerintah daerah berencana melanjutkan pengembangan kawasan wisata terpadu dengan menambahkan fasilitas seperti toilet, parkir, dan lapangan olahraga untuk mendukung aktivitas masyarakat. 

Pertanyaan yang sering ditanyakan di Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak

Di mana lokasi Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak?

Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak menghubungkan Desa Tanah Periuk dan Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, di atas Sungai Kandilo.

Apa fungsi utama Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak?

Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak memudahkan akses warga, terutama untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan ambulans, serta mendukung ekonomi lokal.

Kapan Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak dibangun dan diresmikan?

Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak dibangun pada 2022, diresmikan pada 3 Maret 2023.

Apa saja fasilitas di sekitar Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak?

Di Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak terdapat Wisata Kuliner Sungai Tuak di samping jembatan, buka setiap hari pukul 16:00-23:30.

Bagaimana cara menghubungi pengelola wisata kuliner di dekat Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak?

Salah satu nomor telepon di sekitar Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak 0852-5214-1599 untuk informasi Wisata Kuliner Sungai Tuak

YH Reporter
YH Reporter Saya adalah Seorang IT dan Penulis, Pernah Bekerja di Instansi Pemerintahan dan Swasta. Sumbangsih kepada Negara dengan mengangkat tulisan di Sektor Wisata sebagai 5 besar penggerak perekonomian Indonesia.

Posting Komentar untuk "Review Jembatan Tanah Grogot Sungai Tuak, Tana Paser"